Entah apa mau Tuhan, mempertemukan kita dalam sekejap kemudian menghilangkanmu kala itu, lalu jauh setelahnya aku mulai bertanya-tanya tentang dirimu, tentang keberadaan dirimu, Mungkin Tuhan mendengar setiap tanyaku, lalu menghadirkan dirimu dalam secarik foto, lalu mewujudkan dirimu dihadapanku. aku bahagia kala itu, bahagia melihat dirimu nyata dalam tatapan, mendengar suara yang tak pernah ku dengar sebelumnya, dan mulai kertas putih itu terisi tinta yang harusnya penuh warna.
Aku tak terlalu yakin, walau hati ini ingin terus melaju. Aku bertanya pada Tuhan, meminta jawaban, Tuhan menjawab terlalu cepat, hari ini Tuhan memberikan jawaban, tertanda untuk aku hentikan laju tinta yang mengukir kertas putih itu, iyaaaaa... Entah apa mau Tuhan :(
Ya Allah, aku lelah bertanya untuk hal yang sama, bahkan sebenarnya aku takut untuk mengadukan ini padamu :(, aku takut apa yang kukatakan ini tak pantas :(......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar