3 hari yang lalu, kita
dipertemukan Tuhan kembali. Selalu saja sama, dalam keadaan tidak disengaja.
Aku menemani hati yang merindu untuk waktu yang lama, meskipun tidak kunanti.
Hanya saja melihatmu, mengikuti setiap gerakkanmu, menutup mata untuk
membayangkanmu sudah membuat hatiku tergelitik tersipu malu.
Entahlah rencana Tuhan, selalu
saja tidak bisa ditebak. Membungkam segala kerinduan, lalu mengeluarkannya
dengan maha dahsyat, Aku…. Masih saja tersipu malu dengan perasaan ini. Namun,
waktu mengajariku menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, mungkin saja
hanya sebatas ini, lalu hilang seiring jarum jam yang mengelilingi lingkaran
setiap kehidupan.
Darimana aku bisa mengartikan
apa yang aku rasakan, sedangkan ini hanya terjadi setahun sekali, dan ini sudah
3 tahun berturut-turut. Mungkinkah akan aku temukan dirimu di tahun ke 4, lalu
rasa ini tumbuh dan mati kembali, dilanjutkan tahun ke 5, mulai tumbuh dan mati
lagi, begituhkah seterusnya?. Lagi, mencoba menghargai waktu yang mengajariku
untuk menunggu atas apa yang dikehendaki Tuhan dengan keadaan yang selalu saja
tidak disengaja.
Kita adalah watak dalam setiap
peran didunia yang kita mainkan. Jika memang saatnya kita bertemu, itu adalah
saat yang tepat. Jika memang saatnya kita tidak akan bertemu lagi, itu adalah
jawaban atas setegup Tanya mewakili rasa rindu yang mengendap di celah-celah
kehidupan. –boby..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar