Kenapa harus ada hari guru?. Padahal kita sering kali tidak menghormati
guru. Misalnya, ketika jam pelajaran sudah menunjukkan waktunya kita masuk
kelas, tapi kita masih saja duduk santai di kantin sekolah. Atau ketika ada
tugas dari guru untuk diselesaikan dirumah, ehh kita malah nyelesaiinya di
sekolah. Atau ketika guru memberikan begitu banyak tugas, materi , atau memberikan
nilai ulangan yang tidak memuaskan, dengan santai kita mencelanya. Tapi tetap,
dengan kesabarannya (guru), mereka menjadi penerang dalam gelapnya gulita.
Guru adalah pahlawan. Selayaknya Spider-Man yang menjadi Pahlawan bagi
kota New York, maka Guru adalah Pahlawan bagi seluruh murid-muridnya. Guru
adalah bukti nyata seorang pahlawan. Tidak seperti Spider-Man atau Pahlawan yang
sering kita lihat di Televisi hanya sebatas dongeng sebelum tidur. Bahkan jika
Spider-Man dan kawan-kawannya adalah bentuk nyata , maka mereka juga tidak akan
pernah lepas dari yang namanya “Guru”.
Guru, adalah orang-orang yang dengan tulus mengabdikan dirinya untuk
kemajuan pendidikan. Dari tangan-tangan merekalah lahir putra putri penerus
bangsa yang memajukan bangsa dan tanah air ini. Betapa mulia tugas seorang
guru, mengajarkan banyak hal untuk murid-muridnya tanpa mengenal lelah.
Lalu, selaku murid, apa yang dapat kita berikan kepada guru?. Setidaknya
dengan memperhatikan mereka mengajar, bersosialisasi dengan pelajaran yang
mereka ajarkan, mendapatkan nilai ulangan yang memuaskan karna hasil jerih
payah sendiri, dan tugas yang diberikan untuk diselesaikan dirumah memang
dilakukan dirumah, itu sudah cukup menjadi tugas bagi para murid sebagai tanda
menghormati jasa-jasa guru.
Saya sendiri punya guru-guru yang saya pahlawankan dalam hati saya.
Sebenarnya semua guru pahlawan untuk saya. Ingat sewaktu kecil, ketika masih di
Taman Kana-kanak, setidaknya saya di ajarkan mengenal gambar-gambar,
huruf-huruf, angka-angka, dan nyanyian-nyanian khas anak-anak. Beranjak dari
situ mulai memasuki sekolah dasar, dari sini perjuangan agak lebih berat kala
itu menurut saya. Pasalnya, dimulai dari kelas 1 (satu), gurunya agak ramah dan
agak baik hati, tapi saya dan teman-teman lainnya banyak disuruh untuk membaca
didepan kelas, entah mengapa setiap disuruh membaca kedepan kelas, saya merasa
papan tulis itu seakan angker untuk didatangi, jantung berdegup semakin kencang
kala terdengar sauttan yang memanggil nama saya. naik kekelas dua gurunya mulai
sedikit tegas, dan selalu menumbuhkan mental-mental pada murid-muridnya. Dan
dikelas-kelas berikutnya, selalu saya dapatkan hal-hal baru.
Guru memberikan banyak hal baru pada kita. Dari mereka, hal-hal yang
tidak kita ketahui menjadi tahu, hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan untuk
mewujudkannya menjadi kita wujudkan karena bantuan sang guru, segala angan,
mimpi, harapan, dan cita-cita juga hadir dari guru-guru. Semacam mencairkan
yang beku, meluruskan yang bengkok. Maka pantaslah Guru disebut seorang
pahlawan.
Guru itu, membawa energy positif untuk murid-muridnya. Maka ketika guru
berhasil memberikan atau mentransfer energy positifnya ke murid-muridnya akan
berdampak kemasa depan. Dimana energy positif itu akan melindungi kita sebagai
muridnya kala itu, atau seperti saya sekarang, energy positif itu akan selalu
melindungi saya ketika saya sudah tidak lagi menjadi murid, tidak lagi berada
disekolah, bahkan ketika nanti saya terlalu jauh dari guru-guru yang menjadi
pahlawan dalam hidup saya.
Pernahkah kalian fikir guru juga bisa menjadi teman?. Iya, saya berfikir
iya. Banyak guru yang malah seperti teman untuk saya, berbagi tawa dan canda,
bahkan ketika marah dikelaspun, saya masih melihat sosok bahwa mereka adalah
seorang yang tidak hanya guru tetapi juga teman. Sekarang saya sudah kuliah,
memang baru semester 3, tapi sudah begitu lama rasanya meninggalkan sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar